
Abrori Jabbar (duduk, empat dari kiri) bersama pengurus HSBI 2023-2028.
JAKARTA – Karya sastra dan skenario memiliki peran penting dalam merekam peradaban, menyebarkan nilai-nilai moral, serta menjadi inspirasi bagi generasi mendatang. Namun sayangnya banyak karya besar yang hilang atau sulit diakses karena tidak terdokumentasikan dengan baik.
Inilah yang mendorong Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) berinisiatif membuat Bank Naskah HSBI melalui platform MediaHSBI.com. Platform ini diharapkan menjadi terobosan penting dalam pelestarian dan penyebaran karya sastra dan seni Islami secara digital.
Demikian disampaikan Abrori Jabbar, Sekjen HSBI, saat buka bersama pengurus HSBI masa bakti 2023 – 2028, di rumahnya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (15/3). Buka puasa ini sebagai silaturahmi dan pengenalan pengurus HSBI.
Pada acara buka puasa ini Ketua Umum HSBI, Fadli Zon, berhalangan hadir.
Pada kesempatan ini artis Neno Warisan menembangkan puisi Emha Ainun Nadjib dan aktor Jose Rizal Manua membacakan puisi berjudul Marhaban ya Maghribi. Sebelumnya Abrori Jabbar menerima dua dari antropolog Indonesia yang juga seniman, Kusnin Asa, yaitu Mosaic of Indonesian Batik dan Epos Sejarah Kepemimpinan Indonesia (535 – 2030).
Sebelumnya dikatakan Abrori Jabbar, pengarsipan adalah upaya mendokumentasikan dan menyimpan berbagai bentuk karya intelektual, budaya, dan seni agar tetap lestari dan dapat diakses oleh generasi mendatang.
“Dalam dunia seni dan budaya, khususnya yang bernuansa Islami, pengarsipan memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga warisan intelektual serta memastikan bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan relevan di masa depan,” kata seniman yang dekat dengan sastrawan Ajip Rosidi ini.
Seiring perkembangan teknologi digital, tambahnya, sistem pengarsipan kini tidak lagi terbatas pada bentuk fisik seperti buku, manuskrip, atau rekaman analog.
“Digitalisasi arsip memungkinkan penyimpanan yang lebih aman, akses yang lebih luas, serta pemanfaatan yang lebih efektif bagi akademisi, seniman, dan masyarakat umum,” ujarnya.
Dikatakan Abrori, menjaga warisan budaya berupa karya sastra, sinetron, film, teater, dan puisi Islami adalah bagian dari sejarah dan identitas budaya yang harus dilestarikan.
“Banyak karya seni dan sastra yang hilang karena tidak terdokumentasikan dengan baik. Digitalisasi memastikan karya-karya ini tetap tersedia untuk masa depan,” ujarnya.
Ditambahkannya, MediaHSBI.com akan menjadi sumber penelitian dan referens bagi peneliti, akademisi, dan pelaku industri kreatif dalam mengembangkan karya baru berbasis nilai-nilai Islam.
Dengan sistem digital, masyarakat dapat mengakses arsip kapan saja dan dari mana saja, tanpa terbatas ruang dan waktu,” katanya.
HSBI akan berkolaborasi dengan Perpustakaan Daerah dan Nasional dan bekerjasama dengan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin.
Sementara Wakil Sekjen HSBI, Budi Sumarno pada kesempatan itu menyampaikan beberapa program lain, yaitu Festival Film Timur Tengah, Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional dan diskusi publik “Pemanfaatan Media Digital Secara Cerdas Bagi Generasi Muda.” (bud)
